21 May 2012
  • Tentang Kami
  • Kirimkan Artikel Anda
  • Home
MajalahKesehatan.com
  • PENYAKIT & KONDISI
    • Gangguan tidur
    • Gejala Penyakit
    • Gigi & Mulut
    • Imunologi
    • Infeksi
    • Kanker
    • Kardiovaskuler
    • Kesehatan Jiwa
    • Kesehatan mata
    • Kesehatan Pria
    • Kesehatan Wanita
    • Kulit & Kelamin
    • Masalah Kongenital
    • Pencernaan
    • Seks & Reproduksi
    • Saraf, otot & otak
    • THT
    • Tulang & Sendi
  • GAYA HIDUP
    • Perawatan tubuh
    • Olah raga
    • Pencegahan penyakit
    • Pengetahuan populer
    • Makanan sehat
    • Asuransi kesehatan
    • Puasa
  • IBU & BALITA
    • Kehamilan
    • Perawatan bayi
    • Makanan balita
    • Kesehatan Anak
  • OBAT
    • Pengetahuan obat
    • Obat alami
  • SUMBERDAYA
    • Download
    • Kalkulator Kesehatan
    • Kuis Kesehatan
    • Kamus Kesehatan
  • E-STORE
    • Makanan Kesehatan
    • Alat Kesehatan
  • KONTAK
    • Kirim Artikel
    • Kontak kami

Obat-obatan dan Ibu Hamil

Kategori: Kehamilan, Pengetahuan obat Blm ada komentar

Pemakaian obat-obatan selama kehamilan dapat berbahaya. Obat-obatan dapat diangkut bersama nutrisi melalui darah ke plasenta bayi. Kemungkinan efek termasuk keguguran, keterlambatan perkembangan, cacat mental dan cacat fisik.

Dalam 12 minggu pertama kehamilan, janin mengembangkan organ-organ tubuhnya. Empat bulan pertama kehamilan adalah periode di mana sebagian besar obat-obatan dapat membahayakan bayi. Pada tahap selanjutnya kehamilan, obat tertentu dapat menghambat pertumbuhan bayi. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau sering mengalami kejang. Penggunaan obat melalui suntikan dapat meningkatkan risiko penularan virus AIDS atau hepatitis. Virus ini dapat melewati plasenta dan menginfeksi bayi yang belum lahir.

Apa yang dapat Anda lakukan?

  • Tidak memakai obat-obatan selama kehamilan adalah kondisi yang paling ideal. Namun, hal ini tidak selalu mungkin. Bila Anda harus mengkonsumsi obat-obatan, berkonsultasilah dengan dokter. Pemberian obat mungkin berisiko membahayakan bayi tetapi menghentikan obat juga dapat membahayakan Anda dan bayi Anda. Dokter mungkin dapat meresepkan obat alternatif yang diketahui aman untuk dikonsumsi selama kehamilan.
  • Bila Anda sudah memakai obat dari sejak sebelum hamil, beri tahu dokter atau bidan semua obat yang Anda pakai, termasuk: obat resep, obat bebas, makanan suplemen, jamu dan  herbal. Anda juga harus memberi tahu dokter atau bidan jika Anda merokok, meminum alkohol atau memakai obat-obatan terlarang.
  • Bila dokter meresepkan obat tertentu, ikutilah petunjuknya dengan tepat. Beberapa obat, seperti yang tercantum dalam daftar ini, telah terbukti aman untuk ibu hamil.
  • Bila mungkin, gunakan alternatif non-obat untuk mengatasi masalah kesehatan ringan selama kehamilan, misalnya:
    • Mengobati sembelit dengan makan lebih banyak serat makanan.
    • Menggunakan semprot air garam untuk mengobati hidung tersumbat.
    • Mengindari makanan atau bau yang memicu mual.

image: source

Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Artikel terkait:

  • Tips Cerdas Membaca Label Obat
  • Peran Perguruan Tinggi Farmasi Untuk Kemajuan Dunia Kefarmasian Indonesia
  • 7 Tips Menghindari Efek Samping Obat
  • Pil KB Dapat Menyebabkan Trombosis
  • Selamat, Anda Memiliki Bayi Kembar!

Berlangganan:

Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Masukkan alamat e-mailmu:

Komentar ditutup.

Google
Arsip artikel

Kalkulator Kesehatan

Kuis Kesehatan

Kontak| Kirim Artikel| KamusKesehatan.com| KeluargaBerencana.com| BlogDokter.com| Herbalku.com| eStore

© Copyright 2012. MajalahKesehatan.com. All Rights Reserved.