21 May 2012
  • Tentang Kami
  • Kirimkan Artikel Anda
  • Home
MajalahKesehatan.com
  • PENYAKIT & KONDISI
    • Gangguan tidur
    • Gejala Penyakit
    • Gigi & Mulut
    • Imunologi
    • Infeksi
    • Kanker
    • Kardiovaskuler
    • Kesehatan Jiwa
    • Kesehatan mata
    • Kesehatan Pria
    • Kesehatan Wanita
    • Kulit & Kelamin
    • Masalah Kongenital
    • Pencernaan
    • Seks & Reproduksi
    • Saraf, otot & otak
    • THT
    • Tulang & Sendi
  • GAYA HIDUP
    • Perawatan tubuh
    • Olah raga
    • Pencegahan penyakit
    • Pengetahuan populer
    • Makanan sehat
    • Asuransi kesehatan
    • Puasa
  • IBU & BALITA
    • Kehamilan
    • Perawatan bayi
    • Makanan balita
    • Kesehatan Anak
  • OBAT
    • Pengetahuan obat
    • Obat alami
  • SUMBERDAYA
    • Download
    • Kalkulator Kesehatan
    • Kuis Kesehatan
    • Kamus Kesehatan
  • E-STORE
    • Makanan Kesehatan
    • Alat Kesehatan
  • KONTAK
    • Kirim Artikel
    • Kontak kami

Kapan Diperlukan Operasi Caesar?

Kategori: Kehamilan 1 Komentar

bayi bedah sesarOperasi caesar adalah operasi besar yang mengandung risiko bagi ibu dan bayinya, antara lain karena pengaruh obat bius dan pembedahan itu sendiri. Namun, operasi caesar juga dapat menyelamatkan keduanya saat terjadi komplikasi persalinan. Berikut adalah faktor-faktor penyebab yang mungkin menjadi alasan dilakukannya operasi caesar:

  • Presentasi bokong atau kaki, yaitu bokong atau kaki keluar duluan dibandingkan kepala (terjadi pada 3-4% kasus persalinan). Beberapa dokter dapat memutar janin ke posisi normal, atau bahkan mengeluarkan bayi dari rahim dalam posisi tersebut. Namun, karena risikonya cukup tinggi banyak yang lebih menyarankan caesar.
  • Presentasi pundak (sungsang), yaitu pundak keluar duluan.
  • Pernah menjalani operasi caesar pada persalinan sebelumnya yang belum terlalu lama (di bawah dua tahun). Bila jarak antar persalinan cukup lama, persalinan normal masih bisa disarankan.
  • Bayi raksasa (giant baby), yaitu bayi dengan berat mendekati atau di atas 4,5 kg.
  • Ukuran pinggul ibu terlalu kecil/disposisi kepala panggul.
  • Ari-ari lepas duluan (abruptio placenta), biasanya karena plasenta tidak terletak di rahim bagian atas.
  • Tali plasenta bermasalah atau melilit tubuh bayi sehingga menghalangi pernafasan dan asupan nutrisinya.
  • Placenta previa, yaitu ari-ari menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.
  • Bayi kembar banyak (lebih dari 2).
  • Kontraksi terlalu lemah atau berhenti.
  • Terjadi pendarahan yang terlalu banyak dan membahayakan calon ibu.
  • Leher rahim (serviks) tidak sepenuhnya terbuka.
  • Bayi memiliki kelainan atau mengalami stress (fetal distress), misalnya terlihat pada denyut jantung yang lemah.
  • Ibu bayi memiliki masalah kesehatan, antara lain hipertensi dan diabetes, yang membutuhkan penanganan intensif.


Photo credit: Mainetransplant

Sebarkan, cetak atau simpan halaman ini:
  • Twitter
  • PDF
  • Print
  • Add to favorites
  • Facebook
  • Google Buzz

Artikel terkait:

  • Mengapa Sebaiknya Tidak Memilih Operasi Caesar?
  • Sekilas Tentang Persalinan Prematur
  • Tiga Tahap Persalinan Normal

Berlangganan:

Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka.
Masukkan alamat e-mailmu:

1 Komentar utk “Kapan Diperlukan Operasi Caesar?”

  1. Sakinah says:
    2 May 2011 at 8:43 am

    apa gag takut iaa operasi sesar????

Google
Arsip artikel

Kalkulator Kesehatan

Kuis Kesehatan

Kontak| Kirim Artikel| KamusKesehatan.com| KeluargaBerencana.com| BlogDokter.com| Herbalku.com| eStore

© Copyright 2012. MajalahKesehatan.com. All Rights Reserved.