Inseminasi Buatan

Inseminasi buatan adalah proses bantuan reproduksi di mana sperma disuntikkan dengan kateter ke dalam vagina (intracervical insemination) atau rahim (intrauterine insemination) pada saat calon ibu mengalami ovulasi. Proses inseminasi buatan berlangsung singkat dan terasa seperti pemeriksaan papsmear. Dalam dua minggu, keberadaan janin sudah bisa dicek dengan tes kehamilan. Bila gagal, prosesnya bisa diulang beberapa kali sampai berhasil. (Umumnya bila setelah 3-6 siklus tidak juga berhasil, dokter akan merekomendasikan metode bantuan reproduksi lainnya)
Untuk meningkatkan peluang keberhasilan–seperti halnya pada proses bayi tabung–calon ibu yang akan menjalani inseminasi buatan dirangsang kesuburannya dengan hormon dan obat-obatan lainnya. Pemberian rangsangan ini dimulai pada awal siklus menstruasi agar pada saat ovulasi indung telur menghasilkan beberapa telur yang matang (dalam keadaan normal, hanya satu telur yang dilepaskan per ovulasi). Sperma yang diinjeksi melalui kateter juga diproses terlebih dahulu agar terseleksi dan terkonsentrasi, sehingga kualitasnya baik dan jumlahnya cukup.
Inseminasi buatan bisa membantu kehamilan bila:
- Istri memiliki alergi sperma
- Suami memiliki jumlah sperma sedikit atau kurang gesit
- Sebab-sebab lain yang tidak dapat diketahui
Artikel terkait:
Berlangganan:
Anda menyukai artikel-artikel di situs ini? Kenapa tidak berlangganan saja lewat email? Bergabunglah dengan 3.000-an orang lain yang secara otomatis mendapatkan artikel baru dari situs ini ke email mereka. ![]() |










Brapa kira2 biaya inseminasi buatan? Rujukan rumah sakit mana?
Terus terang saya kurang tahu berapa biayanya, yang jelas cukup mahal karena butuh keahlian, peralatan dan obat-obatan khusus. Coba ditanyakan ke dokter obsgin Anda. Terapi inseminasi buatan belum tentu pilihan yang tepat untuk kasus Anda, jadi harus konsultasi dulu alternatif-alternatifnya. Di rumah sakit besar biasanya ada klinik khusus infertilitas (atau “klinik ingin anak”), Anda bisa memulai dari sana. Semoga membantu.
Tahun 2003 lalu saya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tulang punggung saya patah sehingga akhirnya mengalami kelumpuhan dikedua kaki saya. Saya sudah punya anak saat ini seorang putra berusia 7 Tahun.Suatu hal yang membuat saya sedih adalah ketika anak saya ini sudah meminta seorang adik. Akibat dari kecelakaan yang saya alami saya masih bisa melakukan hubungan suami istri tetapi saya tidak bisa menyemprotkan sperma. Pertanyaan saya, apakah saya masih bisa punya anak lagi melalui program Inseminasi ini? Sebelumnya terima kasih banyak untuk masukannya
@Charles, Anda masih berpeluang memiliki anak lagi. Selain terapi untuk membuat Anda kembali dapat melakukan ejakulasi (bila masih memungkinkan), dokter juga bisa mengeluarkan sperma dari tubuh Anda melalui prosedur bedah pengambilan sperma (surgical sperm removal). Bila kondisi sperma Anda bagus, sperma yang didapatkan dapat digunakan untuk proses bayi tabung. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi untuk memeriksa kondisi Anda. Semoga membantu.
Sy sudah menikah selama 3 tahun tapi belum di karuniai anak. Sy sudah USG di indikasi ada kista di seblah kanan,dan sy sudah HSG, hasilnya saluran seblah kanan sy dinyatakan tersumbat. Sy belum menjalani pengobatan lanjut karna masih bingung mau ke rumah sakit atau dokter yg tepat untuk pengobatan lanjut. Sy tertarik untuk inseminasi,.. Mohon bisa di referensi dokter yg bisa menangani kasus sy.
Sebelumnya terima kasih banyak atas bantuannya.
@novie, saya belum punya referensi khusus mengenai dokter yang berspesialisasi mengatasi masalah infertilitas seperti Anda. Coba tanyakan ke dokter obsgin Anda.
Dok, saya sudah menikah hampir 1 tahun, belum dikaruniai anak. 4 bulan yang lalu saya di USG dan ada kista di sebelah kanan. setelah di terapi kista tersebut hilang, dan saya dinyatakan sehat oleh dokter obgyn, dan disarankan untuk lanjut program kehamilan. Namun, sperma suami saya kurang bagus, dan berdasarkan hasil lab: Asthenoteratozoospermia. Kami ingin sekali mempunyai anak.
pertanyaan saya: apakah saya masih bisa hamil dengan program inseminasi buatan ini? di rumah sakit mana yang ada inseminasi buatan? terima kasih.
@Asri, asthenoteratozoospermia adalah istilah kedokteran untuk kondisi sperma dengan motilitas (pergerakan) lamban. Dengan kondisi itu, pada umumnya memang sulit untuk mendapatkan keturunan dengan proses normal. Teknik reproduksi berbantuan dengan metode IVF (bayi tabung) bisa dilakukan dengan mengambil satu sperma yang sehat untuk disuntikkan ke sel telur di luar rahim. Namun, sebelum mengambil program bayi tabung yang mahal, bila masalah suami Anda bukan kelainan genetis barangkali masih bisa diupayakan agar kualitas spermanya meningkat. Terutama mengingat usia Anda berdua tampaknya masih cukup muda, masih banyak waktu untuk berusaha.
Mengenai program inseminasi buatan dan bayi tabung, dulu memang masih jarang klinik dan rumah sakit Indonesia yang menyelenggarakannya. Orang harus pergi ke Singapura untuk melakukannya. Kini sudah ada belasan rumah sakit di Indonesia yang memiliki program bayi tabung. Di Jakarta sendiri ada 5 yaitu Klinik Yasmin (RS Cipto Mangunkusumo), RS Harapan Kita, RS Bunda, RS Family, RS Gading Pluit. Klinik bayi tabung juga tersebar di beberapa kota besar seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Semarang dan Bali. Silakan Anda menghubungi bagian layanan rumah sakit itu untuk mendapatkan gambaran awal layanan yang disediakan. Salam.
saya sudah menikah 10th & belum punya anak, kata dokter saya di suruh kembali waktu datang bulan.katanya vagina saya akan di masukin slang untuk melihat indung telur saya buntu/tidak,tindakan seperti itu sakit/tidak.apa ada tindakan yang lain
@fidah, memang harus begitu prosedurnya. Mungkin yang dimaksud dengan slang adalah alat semacam teleskop yang bisa membantu dokter melihat dari dekat bila ada penyumbatan di saluran tuba falopi dan masalah lain di rahim. Prosedurnya disebut histeroskopi. Agar tidak sakit, dokter mungkin melakukan bius lokal, regional atau bahkan bius umum/total. Prosedur pemeriksaan lain misalnya adalah tes HSG yang menggunakan cairan kontras untuk foto rontgen uterus. Biayanya jauh lebih murah. Namun, dibandingkan histeroskopi, akurasinya masih kalah. Masing-masing dokter punya pertimbangan sendiri mengapa tes tertentu lebih dipilih dibandingkan yang lain. Bila masih juga ragu untuk menjalani pemeriksaan, tidak ada salahnya Anda berkonsultasi dengan dokter Anda untuk menanyakan hal-hal yang masih Anda khawatirkan atau belum dipahami sepenuhnya.
Dok, saya sudah menikah 4,5 tahun, sekarang umur saya 30 dan suami 35, sampai sekarang belum di karuniai anak. Saya pernah kuret karena hyperplasi endometrium, secara umum kondisi saya bagus. Belakangan baru saya tahu setelah dilakukan analisa sperma ternyata suami saya azoospermia, saya sempat kaget dan bingung. Tapi dari pihak lab. meminta untuk ulang lab lg dlm 2 mgg. Kalo hasilnya sama, apa yang harus saya lakukan dok? Apakah saya bisa inseminasi buatan atau harus bayi tabung?
@ustri, azoospermia artinya tidak ada sperma di air mani (semen). Bila memang pengujian ulang mengkonfirmasi hasil lab pertama, tidak ada cara untuk mendapatkan kehamilan kecuali suami diterapi dulu (bila mungkin). Alternatif lain adalah dengan donor sperma, tapi tidak dibolehkan menurut agama.
Azoospermia dapat disebabkan gangguan produksi sperma (azoospermia non-obstruktif) atau produksi sperma normal tetapi ada halangan (azoospermia obstruktif). Suami Anda perlu mendapatkan pemeriksaan dari androlog/urolog untuk menentukan apa penyebabnya. Biasanya, pria dengan azoospermia non-obstruktif memiliki buah zakar (testis) kecil (<15 cc) atau beriwayat kriptorkismus (testis tidak turun). Azoospermia karena halangan/obstruksi bisa karena cacat lahir, misalnya tidak ada vas deferens, varikosel besar, dll atau karena infeksi dan penyakit lain (misalnya kanker). Bila produksi normal tapi ada halangan, penghalangnya harus dihilangkan dulu, atau sperma diambil lewat operasi untuk proses pembuahan di luar rahim (bayi tabung).
halo dok…sy sdh 3 thn menikah,,suami sy memiliki kelainan kriptorkismus,,,apa yg hrs kami lakukan dok?
@tuti, saya ikut prihatin dengan kondisi suami Anda. Kriptorkismus pada anak-anak biasanya dapat diterapi dengan obat/suntik hormon atau pembedahan koreksi. Tapi, bila sudah dewasa seperti pada suami Anda masih belum ditangani, pilihannya terbatas. Sepengetahuan saya, pembedahan koreksi pada usia dewasa tidak memengaruhi status kesuburan. Jadi, diturunkan atau tidak, tidak ada pengaruhnya terhadap produksi sperma. Yang perlu dicemaskan, risiko kanker testis meningkat pada pria dewasa dengan kriptorkismus. Jadi, bila pun dilakukan pembedahan rekomendasinya adalah membuang testis. Saya tidak mendalami urologi/andrologi jadi tidak tahu mungkin ada terapi lain yang kini tersedia. Sebaiknya segera membawa suami untuk berkonsultasi dengan spesialis urologi/andrologi agar mendapatkan nasihat medis yang tepat. Jangan dibiarkan terus tanpa mencoba mengetahui pilihan yang tersedia bagi Anda dan suami. Semoga membantu.
ooo gitu ya dok,,,,,dengan kata lain mustahil bagi saya untuk memiliki keturunan dong dok??
thanks so much……
Mlm dok,,
saya menikah sdh 1thn tp blm mndptkan keturunan,saya dan suami krja beda kota ketemu nya seminggu sekali,dl awal pernikahan saya prnh hamil tp keguguran dan sampai skg blm hamil lg,saya sdh periksa ktanya rahimnya tdk ada mslh tp knp blm hamil jg?dan bln kmrn mens nya tu coklat pekat,,kadang wkt berhubungan badan keluar darah(tp sedikit)trs itu knp ya dok?trimakasih
@Itha, mungkin masih belum rezeki saja. Kalau pernah hamil walaupun lalu keguguran, berarti Anda berdua subur. Darah menstruasi coklat pekat dan keluar darah sedikit waktu berhubungan badan juga hal biasa. Yang kedua saya kira karena kurang “pemanasan” atau terlalu bersemangat. Maklum, jarang ketemu kan?
Semoga cepat dapat momongan.
dok,saya dah mnikah 7 thn belum dikaruniai keturunan,kita dah konsultasi ke dokter kandungan katanya tdk ada masalah pada kita berdua,sy ingin menanyakan yg dimaksud kalimat diatas “istri alergi sperma” itu seperti apa tanda2nya?apa saya hrs coba inseminasi buatan?terimakasih.
@ati, yang disebut alergi sperma adalah reaksi tubuh Anda karena menganggap sperma sebagai benda asing yang membahayakan sehingga memproduksi antibodi yang melumpuhkan sperma. Sperma menjadi kehilangan kemampuan untuk bergerak dan terhambat untuk melakukan pembuahan. Sekitar 5 sampai 25 persen pasangan dengan masalah infertilitas diperkirakan disebabkan oleh masalah ini. Gejalanya mungkin ada, mungkin juga tidak. Bila ada gejala, tandanya adalah rasa terbakar, bengkak, dan kemerahan di daerah vagina antara 10 sampai 15 menit setelah hubungan.Untuk mengetahui apakah Anda alergi atau tidak terhadap sperma suami, perlu dilakukan uji alergi di klinik dengan menggunakan sperma suami sebagai alergen lalu dicek kadar histamin Anda. Jika positif, Anda akan disarankan mengikuti terapi. Misalnya, degan pemberian obat untuk menetralisir antibodi Anda agar tidak melumpuhkan sperma. Bila pengobatan ini tidak berhasil, pilihannya bisa dengan inseminasi buatan yaitu dengan menyuntikkan ke dalam rahim sejumlah semen yang sudah “dicuci” (dihilangkan protein alergen-nya) agar tidak menimbulkan reaksi alergi.
Dok, saay sudah menikah hampir 4 tahun dan belum juga punya anak. usia saya kini 33 tahun (sama dgn istri). pemeriksaan lba dan dokter menunjukkan istri normal sedangkan saya punya masalah kualitas sperma dan kegesitannya (sperma yg aktif hanya 50%). selain itu saya juga punya penyakit (sktr 8 tahun) gatal dan menebal di skrotum saya, apakah ini juga berpengaruh? penyakit ini sulit sekali disembuhkan.
apakah dgn kondisi ini jika melakukan inseminasi buatan seberapa besar peluangnya untuk berhasil?. terima kasih dok..
@James, ya kemungkinan memang penebalan dan gatal di skrotum menyebabkan kualitas sperma Anda menurun. Produksi sperma membutuhkan suhu yang dingin, lebih dingin dari suhu tubuh. Itulah mengapa skrotum terletak menggantung di luar tubuh. Bila Anda masih memiliki sperma yang bagus sampai 50%, saya kira peluang Anda masih cukup besar untuk dapat memiliki anak dengan teknik reproduksi berbantuan (inseminasi, bayi tabung). Berapa besarnya peluang itu, tentu tergantung banyak faktor seperti keahlian dokter yang menangani, teknik/teknologi yang dipakai, kondisi istri, dll termasuk faktor keberuntungan. Bahkan pada dokter yang sama peluang keberhasilan untuk kasus yang sama bisa bervariasi.
Dokter Salma yang baik, saya baru saja melakukan HSG dengan hasil sbb :
Plain foto : tak tampak lytic/blastic process
kontras study :
tampak kontras masuk melalui cervix, uterus, tuba kanan kiri dan spillage ke peritone.
tampak posisi uterus retroflexi tuba kanan kiri normal
tak tampak penyempitan/pelebaran abnormal
tak tampak filling defect
spillage (+/+)
Kesan :
Uterus retroflexi
tuba kanan kiri normal
Mohon penjelasannya untuk hasil HSG saya di atas, atas bantuannya saya mengucapkan terima kasih dok.
@maria, spillage (+/+) dan keterangan lain menunjukkan bahwa kedua tuba falopi normal, tidak ada hambatan tertentu dan lubangnya terbuka. Biasanya infertilitas disebabkan kedua sisi tuba falopi abnormal sehingga menghalangi pertemuan telur dan sperma. Uterus retroflexi artinya uterus Anda miring ke belakang. Kebanyakan uterus wanita posisinya lurus ke atas dan ke bawah, atau sedikit condong ke depan ke arah perut. Dalam kasus Anda, uterus condong ke arah tulang belakang. Ini adalah kondisi normal yang diperkirakan memengaruhi satu dari lima wanita. Umumnya tidak menyebabkan infertilitas. Pada beberapa wanita, hal ini menyebabkan sakit saat berhubungan badan, perdarahan haid lebih banyak, atau mengindikasikan masalah lain dalam rahim. Semoga membantu.
Pagi dok, saya berniat menambah momongan setelah 12 tahun pasca cessio caecar anak ke2,dan kalo nggak salah rahim saya diikat dokter karena kondisi kesehatan yang down untuk mencegah kehamilan kembali. Bagaimana cara untuk hamil kembali? Apakah dengan inseminasi buatan bisa membantu? Thanks
@zenny, bila sudah menjalani operasi tubektomi, cara hamil kembali ada dua pilihan yaitu dengan operasi penyambungan kembali tuba falopi dan dengan bayi tabung. Inseminasi buatan tidak membantu untuk mendapatkan keturunan karena sel telur terhalang untuk keluar dari tuba falopi. Jadi alternatifnya selain operasi penyambungan kembali tuba falopi adalah bayi tabung. Mengingat sudah lama operasinya, faktor usia, dan kemungkinan kerusakan tuba falopi karena operasi bersamaan dengan seksio Caesar, tampaknya alternatif bayi tabung lebih memberikan peluang Anda untuk hamil lagi.
Mlm dok, Usia sy 31thn. Sya mohon penjelasannya mengenai hasil USG sy.
Tehnik : Memakai Tenaculum – Cannula ( Leech – Wilkinson ) + Iopamiro contrast 10cc
Plain Foto : Tak tampak “ground glass” appearance atau masa di cavum pelvis, Tak tampak Kalsifikasi, Tak tampak lesi pada tulang – tulang pelvis, Gynecoid type dari pelvic cavity ( Caldwell -Moloy classification ).
Contrast Study :
- Servix : Kompeten. Erosi portio cervix ( – ), Flour albus ( + )
- Uterine : Middle position, ante-flexi
Cavum Uteri : Ukuran dan Bentuk tampak normal, mukosa rata.
Tak tampak filling defect atau additional defect
Tak tampak extravasasi
- Tuba Fallopii kanan : Terisi kontras hanya pada pars interstitial
- Tuba Fallopii kiri : Pars interstitial dan pars isthmica tampak normal. Tampak pelebaran dari pars ampullaris dengan spillage ( + ).
Simpulan :
Non Paten tuba fallopii kanan
Paten tuba fallopii kiri
Uterus tampak normal.
Terima kasih dok. mohon penjelasannya dan apakah sy bisa hamil tanpa harus melakukan operasi?
@citra, tuba falopi Anda sebelah kanan terhalang (terblokir), terlihat dari cairan kontras yang hanya menembus sebagian. Tuba falopi kiri normal. Uterus dan serviks juga normal. Bila tidak ada masalah lain, Anda masih bisa hamil meskipun hanya memiliki satu sisi tuba falopi yang terbuka. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa berdiskusi dengan dokter Anda.
Pagi Dokter, tgl 16 April saya di-hydrotubasi, tidak terasa sakit hanya sedikit nyeri, tp kt dokter bagus hasilnya, sampai 3 hari setelah hydro masih keluar bercak darah seperti haid yang semakin hari semakin sedikit, apakah normal dokter? terima kasih penjelasannya.
Terima kasih dok atas penjelasannya.
Ho ya maaf dok satu lagi, tapi di fallopii kiri saya ada pelebaran dari pars ampull. Apakah itu juga menjadi masalah infertill ato tidak?.
Terima kasih
@Ika, ya kalau semakin sedikit berarti akan menghilang dalam beberapa hari mendatang. Nggak perlu dicemaskan
. Semoga bisa cepat dapat momongan.
@citra, ampulla adalah bagian paling lebar dari tuba falopi di mana biasanya konsepsi (pertemuan antara ovum dan sperma) terjadi. Jadi kalau lebar berarti bagus
, kalau sempit justru jadi masalah.
Pagi Dok, Saya sdh 5 th menikah tp blm dikaruniai anak. Hasil lab kondisi sperma suami kurang bagus (bentuk normal sperma 1%). Di tahun2 sblmnya saya sdh pernah melakukan test HSG, dan serangkaian pengobatan dan pemeriksaan lainnya dan hasilnya normal. Kami berencana utk inseminasi, pemeriksaan apakah yg harus sy jalani? Bgmn jika stlh minum obat hormon tp telur tidak membesar sesuai ketentuan dokter? Mohon penjelasan Dokter, Terima Kasih.
@ari, tampaknya masalah bukan pada Anda tapi pada suami. Dengan jumlah sperma bermorfologi normal hanya 1%, inseminasi buatan mungkin bukan pilihan tepat. Bisa saja Anda mengambil program inseminasi buatan sebelum memilih prosedur bayi tabung yang jauh lebih mahal dengan penggabungan sperma dari beberapa semen untuk mendapatkan jumlah minimum yang diperlukan. (Dokter akan memeriksa apakah jumlah sperma minimum dapat dicapai). Mungkin perlu beberapa siklus percobaan sampai berhasil atau diputuskan harus memakai prosedur bayi tabung. Dengan bayi tabung, jumlah sperma suami Anda tidak lagi menjadi masalah. Pemeriksaan untuk bantuan reproduksi secara umum adalah untuk mengetahui status fertilitas Anda berdua.
Terima kasih Dok atas sarannya.